Retorika Abu Nadlir

Yang ditulis kan subur hidup di kalbu. Yang dikata kan cerah bermakna di jiwa. Yang diajar kan membekas dalam sejarah dan selepasnya!

SURAT AT-TIIN (BUAH TIN)

Rabu, 11 Maret 20150 comments





Surat ini merupakan surat yang ke-28 yang diterima Rasulullah dan surat ke 95 berdasarkan urutan Mushaf al-Qur’an. Terdiri dari 8 ayat. Surat ini termasuk surat Makkiyyah.








v Asbabun Nuzul Surat At-Tiin

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir meriwayatkan dari al-‘Ufi dari Ibnu Abbas yang berkata, “Ayat ini turun berkenaan dengan beberapa orang di zaman Rasulullah yang dipanjangkan umurnya hingga menjadi pikun. Orang-orang lalu bertanya tentang (perkataan dan perbuatan) mereka ketika pikiran mereka tidak berfungsi lagi. Turun surat At-Tiin ayat ke 5-6, bahwa mereka mendapat pemaafan. Mereka hanya diganjar dari apa yang mereka kerjakan ketika pikiran mereka masih sehat dan baik.

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ (1) وَطُورِ سِينِينَ (2) وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ (3) لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (4) ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (5) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ (6) فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ (7) أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ (8)
1)    Demi Tin dan Zaitun,
2)    Dan demi bukit Sinai,
3)    Dan demi kota yang aman,
4)    Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,
5)    Kemudia Kami mengembalikannya ke (tingkat) yang serendah-rendahnya,
6)    Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan yang shalih; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya,
7)    Maka apakah yang menyebabkanmu mendustakan Pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan itu)?,
             8) Bukankah Allah sebijaksana-bijaksananya Hakim?,


v Kosakata

Kata At-Tiin dan Az-Zaituun ada perbedaan pendapat dari para ulama’, antara lain:
1.     At-Tiin dan Az-Zaituun adalah dua tempat dimana Nabi Musa A.S dan Nabi Muhammad SAW menerima wahyu,
2.     At-Tiin adalah tempat (bukit) tertentu di Damasku, Syria, dan sementara Az-Zaituun adalah terambil Nabi Isa A. menerima wahyu,
3.     At-Tiin adalah sebuah gunung di Yerussalem tempat Nabi Isa A.S diselamatakan dari usaha pembunuhan.
4.     At-Tiin dan Az-Zaituun adalah jenis buah-buahan. Buah At-Tiin adalah sejenis buah sejenis buah yang terdapat di Timur Tengah. Bila telah matang, warnanya coklat, berbiji seperti tomat, rasanya manis dan dinilai mempunyai kadar gizi yang tinggi dan mudah dicerna. Dalam hadits dijelaskan bahwa buah tiin ini bisa menyembuhkan batu-batuan pada saluran kencing dan ambein (wasir). Dan Az-Zaituun adalah tumbuhan berkayu yg bercabang-cabang, pohonnya berwarna hijau, buahnya ada yangbhijau, ada pula yang hitam pekat, berbentuk seperti anggur, dimakan sebagai asinan, dan bisa dibuat minyak yang sangat jernih untuk berbagai manfaat,

Kata Ath-Thuur berarti “bukit atau gunung”. Ath-Thuuri Siniin adalah bukit atau gunung dimana Nabi Musa A.S menerima wahyu, yang berlokasi di Sinai, Mesir.

Taqwiim, berasal dari kata qama yang berarti “sempurna”. Kata qama dalam bahasa Arab sering diartikan “berdiri”, karena ketika seseorang berdiri maka dia sempurna.

Di dalam al-Qur’an, terdapat kata aqiimuu yang digunakan untuk perintah shalat, maka kata aqiimuu berarti bahwa shalat harus dilaksanakan dengan sempurna sesuai dengan syarat, rukun, dan sunnah-sunnahnya.

Radadnaahu, terambil dari kata radada yang dirangkai dengan kata ganti naa dan hu. Radada antara lain berarti “mengalihkan, memalingkan, atau mengembalikan”.

‘Amiluu, terambil dari kata ‘amala. ‘Amala biasa digunakan untuk “menggambarkan suatu aktivitas yang dilakukan dengan sengaja dan maksud tertentu”.

Ajr, berarti “balasan, ganjaran, pahala, imbalan baik”.

Mamnuun, terambil dari kata manana yang antara lain berarti “memutus atau memotong”. Maka Ghair Mamnuun berarti “tidak putus-putus”.


v Pesan Surat At-Tiin
1.    Tema utama surat At-Tiin ini adalah uraian tentang manusia dan akan ada pembalasan dan ganjaran yang akan diterima oleh manusia di Hari Kiamat nanti.
2.  Allah SWT telah menciptakan manusia dalam bentuk fisik dan psikis yang sebaik-baiknya ciptaan. Tetapi yang terjadi adalah manusia selalu melampaui batas dan karena ulah manusia sendiri, Allah menjatuhkan atau mengembalikan mereka ke tempat yang serendah-rendahnya.
3. Surat At-Tiin ini diakhiri dengan suatu pertanyaan yang mengandung makna bahwa sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dalam segala hal, termasuk dalam putusana-putusan-Nya yang menyangkut wujud dan masa depan manusia.
4.     Dalam kitab hadits Imam Tirmidzi, Imam Abu Dawud dan Imam Ahmad Bin Hanbal, riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW pernah berkata: Barang siapa membaca (وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ) sampai pada ayat (أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ), maka hendaklah membaca:
 بَلَى وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِينَ
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Retorika Abu Nadlir - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger